Kawal Swasembada Pangan, BRMP Aceh Sinkronisasi CPCL dan Percepatan Tanam di Simeulue
SIMEULUE – Ketua Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi BRMP Aceh, Lamhot Edy Pakpahan selaku Penanggungjawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Simeulue, melakukan koordinasi program strategis Kementerian Pertanian pada Selasa, 07 Juli 2026.
Koordinasi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan produksi tanaman di Kabupaten Simeulue.
Pertemuan dilakukan bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kasirman didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian. Agenda utama membahas upaya percepatan LTT serta sinkronisasi data usulan CPCL benih, CPCL Alsintan, Irpom, Irpip dan CSR.
"Koordinasi lintas bidang ini penting agar usulan bantuan pemerintah tepat sasaran dan dapat segera direalisasikan di lapangan," ujar Lamhot Edy Pakpahan.
Salah satu program CSR berlokasi di Desa Linggi, Simeulue Timur dengan luas 30 Ha. Saat ini lahan tersebut sedang dalam proses land clearing setelah pelaksanaan SID.
Selain itu, bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ibnu Sa'adan, juga dilakukan sosialisasi penggunaan aplikasi e-Banper. Pemanfaatan akun e-Banper Dinas Pertanian dan Pangan diharapkan dapat mengkoordinasi pengusulan bantuan pemerintah bersama penyuluh pertanian di Kab. Simeulue.
BRMP Aceh juga berkoordinasi dengan Tim Kerja Penyuluh Simeulue untuk evaluasi LTT bulan Juni dan identifikasi potensi tanam. Target percepatan tanam bulan Juli ditetapkan seluas 780 Ha.
"Upaya percepatan LTT dilakukan dengan mendorong percepatan olah lahan dan persemaian agar penanaman dapat dilakukan paling lambat akhir Juli. Saat ini di Kecamatan Teupah Tengah sudah proses penanaman seluas 15 Ha," jelas Lamhot.
Ia menambahkan, untuk mendukung produktivitas lahan sawah tadah hujan, dibutuhkan pompa untuk pemanfaatan air permukaan.